2/05/2010

Gaya Rumah Mungil

Gaya atau sering disebut langgam arsitektural pada rumah mungil adalah suatu perwujudan imajinasi bentuk rumah secara keseluruhan atau dapat dikatakan sebagai refleksi pribadi dari pemilik. Berikut ini beberapa gambaran gaya arsitektural rumah mungil yang dapat diaplikasikan pada fasade bangunan untuk membantu pemilik rumah menentukan tipe yang sesuai dengan keinginannya

Gaya Modern

Gaya modern atau minimalis sering terdapat di kota-kota besar yang tingkat efektivitasnya penggunaannya tinggi. Bangunan rumah dengan gaya ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut.
• Penggunaan garis-garis vertical sederhana, variasi kotak, permainan bidang, penataan ruang yang praktis serta lapang.
• Menggunakan warna yang tidak terlalu mencolok, misalnya memanfaatkan warna-warna silver, abu-abu, hitam, putih, dan pastel.
• Ada permainan pada permukaan dinding, misalnya gubahan geometrid an penggunaan material.
• Mengurangi hal-hal yang sifatnya ornamental dengan tujuan menyederhanakan karakter tujuan.
• Pintu dan jendela sengaja dibuat rata, lurus, dan tanpa ornamen, sehingga matahari di tempat yang dikehendaki leluasa mencurah ke dalam rumah.

Prinsip arsitektur modern minimalis sebenarnya mengikuti prinsip arsitektur form follow function atau bentuk mengikuti fungsi , artinya bentuk-bentuk yang tidak perlu harus dihilangkan. Namun di Indonesia, kita mendapati hiasan-hiasan masih banyak digunakan. Hal ini bias dipahami mengingat kebudayaan Indonesia yang kaya akan hiasan. Minimalisme telah menjadi sebuah gaya arsitektur yang berdiri sendiri, kadang-kadang gaya minimalis dianggap sebagai istilah pengganti untuk gaya arsitektur modern.



Gaya Tropis

Rumah tropis adalah adaptasi rumah tinggal yang menyesuaikan kondisi iklim tropis Indonesia dan identik dengan ekologi tropisnya, yakni hutan yang subur. Dengan demikian, salah satu ciri rumah tropis adalah memiliki banyak tanaman hijau dan sangat lekat dengan unsure alam yang natural. Hal tersebut diwujudkan dengan desain rumah yang memberikan banyak ruang terbuka dan tanaman hijau- yangdiletakkan di luar atau di dalam ruangan.
Gaya arsitektur tropis dapat dilihat pada beberapa cirri sebagai berikut :
• Bentuk pelana yang dominant serta adanya teritis yang cukup lebar sebagai penahan tampias air hujan. Kemiringan atap pada gaya ini mencapai 450.
• Desain hunian yang diorientasikan bagi terciptanyan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.
• Pengaturan ruang umumnya terbuka untuk mendapatkan sirkulasi ventilasi silang.
• Ukuran jendela dan pintu yang besar.
• Dinding bernuansa krem, cokelat, dan hijau. Warna krem terkesan hangat dan serasi dengan warna furnutur yang umumnya memakai kayu atau rotan.
• Menggunakan bahan-bahan alami dan warna natural, seperti lempeng batu kali, bata ekspos, batu alam, dan kayu.
• Diterapkannya bentukan geometris serta umunya garis-garis desainnya simple tanpa banyak detail rumit, contoh bentuk pintu serta jendela berkisi-kisi dengan tujuan menangkis sinar matahari sinar matahari langsung tanpa harus mengorbankan sirkulasi di dalam ruang.

Gaya Mediterania

Langgam arsitektur yang pernah digandrungi tahun 80-an ini kembali dilirik. Gaya arsitektur mediterania dikenal dengan bangunan yang indah dan sesuai dengan daerah tropis, seperti Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dengan banyak pantai dan laut. Cirikhas Gaya mediterania sebagai berikut :
• Atap berbentuk pelana dengan kemiringan rendah (flat roof) dan teritis yang pendek. Umumnya hanya terdapat satu atap utama untuk menonjolkan sosok blok massa hunian.
• Adanya deretan kolom dan balok berbentuk melengkung (arches). Elemen struktur bangunan yang banyak diekspos pada teras dan balkon luas merupakan cirikhas hunian bergaya mediterania
• Finishing bertekstur kasar (adobe) pada permukaan dinding luar, teralis besi tempa, dan balok-balok pada plafon yang dibungkus kayu.
• Menggunakan kombinasi warna-warna komplementer agar terkesan ceria, missal warna pastel, cokelat terakota (warna kemerahan tanah liat), dan biru turqois.
• Adanya tanaman dengan karakter batang yang tinggi dan struktur percabangan yang menyerupai pohon kelapa, seperti palem putrid, palem botol, sikas, kelapa gading, palem kipas, dan kadaka.

Perubahan tampak depan sebenarnya bias dilakukan dengan teknik sederhana tanpa harus mengubah struktur. Dengan beragam olahan material, Anda bisa mendapatkan tampilan rumah yang beda. Kuncinya adalah pintar-pintarlah material yang ada.


Referensi :
Mempercantik tampilan muka rumah, TransMedia

2/04/2010

Atap, Salah Satu Elemen Penting Bangunan

Atap merupakan mahkota sebuah bangunan atau rumah yang berperan penting dalam menentukan keindahan dan kenyamanan bangunan. Pemilihan bentuk dan pemasangan atap yang kurang baik beresiko terjadinya kebocoran sehingga penghuni bangunan tersebut akan merasa tidak nyaman. Memang hal ini dapat diperbaiki, tetapi diperlukan biaya energi cukup banyak. Biaya tersebut bukan hanya untuk biaya perbaikan atap, tetapi juga biaya keamanan benda-benda atau barang-barang yang ada di bawahnya atau di dalam rumah. Bukan tidak mungkin akan terdapat banyak barang yang mengalami kerusakan akibat tertimpa benda yang digunakan untuk perbaikan atap.

Selain masalah tersebut, atap yang kurang baik akan mempengaruhi tingkat keamanan rumah tersebut. Ini dapat terjadi bila perbaikannya tergolong berat sehingga atap harus dibongkar total. Dapat saja karena konstruksi atap tidak baik sehingga akhirnya atap ambruk atau roboh. Bila ini yang terjadi, bukan tidak mungkin benda dan makhluk hidup di bawahnya akan mengalami cedera. Untuk itulah, pengetahuan tentang atap ini harus diketahui dan dipahami siapa saja sebagai tindakan antisipatif bila ingin membangun, merenovasi, atau mengembangkan rumahnya.


Fungsi Atap

Secara umum atap berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, hujan, debu, kotoran, angin, dan sebagainya. Itulah sebabnya atap disebut mahkota sebuah rumah atau bangunan. Sebagai mahkota rumah, pemilihan bentuk dan jenis atap harus disesuaikan dengan bentuk bangunan di bawahnya, iklim setempat, biaya, serta bahan bangunan yan tersedia di daerah tersebut.
Pada dasarnya, dua komponen utama sebagai penyusun atap, yaitu struktur atap dan penutup atap. Struktur atap meliputi kuda-kuda atap dan rangka atap.Sementara penutup atap meliputi genteng, sirap, asbes, polikarbonat, dan lain-lain.

Faktor Penunjang Kekuatan Struktur Atap

Untuk merancang atap yang kuat dan berkualitas, struktur atapnya juga harus kuat dan awet tanpa melupakan faktor iklim. Adapun faktor-faktor yang menunjang kekuatan struktur atap adalah :
1. Jenis material
Bahan material yang akan digunakan untuk struktur atap yang kuat harus memiliki sifat kuat, awet, ringan, dan presisi. Atap dikatakan kuat bila mampu menahan besarnya beban yang bekerja pada struktur atap tersebut. Ada tiga jenis beban yang bekerja pada atap, yaitu :
- beban berat sendiri yang meliputi beban bahan struktur atap dan beban penutup atap,
- beban angin, dan
- beban bergerak yang meliputi beban pekerja saat pemasangan dan pemeliharaan atap.

2. Bentuk atap
Faktor yang sangat menetukan dalam pemilihan bentuk atap rumah tinggal adalah hujan, atap, dan angin. Bentuk atap harus mampu menahan derasnya air hujan, menahan sengatnya matahari, dan menahan kuatnya dorongan angin. Diantara ketiga faktor penentu tersebut, factor angin memiliki resiko yang sangat besar. Bila terjadi tiupan angin kencang, penutup atap dapat saja terbang serta gording dan kuda-kuda dapat terangkat. Atap dikatakan baik bila mampu menahan terpaan angin yang sama dari segala arah. Namun, ada faktor lain yang sangat berpengaruh pada kuat tidaknya tekanan angin. Yaitu ketinggian bangunan dan kemiringan atap. Semakin tinggi sebuah bangunan maka akan semakin kuat tekanan anginnya pada bangunan tersebut. Bagitu juga dengan kemiringan atap, semakin besar kemiringannya maka akan semakin kuat tekanan anginnya. Kemiringan ideal suatu atap adalah 30 derajat.


3. Proses pengerjaan

Pengerjaan atap harus melalui pertimbangan dan persyaratan yang ditentukan sesuai dengan karakteristik bahan yang akan digunakan. Karakteristik tersebut antara lain bentangan dan cara pembuatan sambungan.
Bentangan sangat menetukan dalam pemilihan bahan atap. Ukuran dan jenis bahan atap yang digunakan harus sesuai dengan ukuran bentangan suatu atap. Perlu diperhatikan penyambungan-penyambungannya pada saat membuat struktur atap yang menggunakan kayu sebagai bahannya. Penyambungan untuk bahan kayu biasanya lebih banyak, terlebih untuk bentangan yang panjang. Ini disebabkan panjang kayu sangat terbatas sehingga butuh penyambungan. Penyambungan kayu dapat dengan cara dipaku, dibaut, atau diberi pelat. Penyambungan ini harus menerapkan teknik penyambungan yang benar.
Referensi :
Ragam Bentuk & Perawatan Atap, Danang KusjuliadiP. Griya Kreasi

1/28/2010

Apa Sih, Rumah Mungil Itu ?

Rumah mungil merupakan tempat tinggal yang memiliki luas bangunan kurang dari 100 m2. Biasanya rumah mungil terdiri dari 1 ruang tamu, 2-3 buah kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan, dapur, dan 1 kamar mandi/WC. Minimalnya jumlah dan dimensi ruang bukan menjadikan rumah tersebut tidak nyaman, tetapi hal tersebut mendorong kreatifitas pengguna untuk lebih memperhatikan penataan ruang dalam, agar setiap sudut ruang dapat dimanfaatkan secara maksimal.


Tipe Rumah Mungil

Rumah Mungil terdiri dari dua tipe berdasarkan penggunanya , yaitu :
-Rumah mungil : rumah yang hanya memiliki fungsi-fungsi pokok, seperti fungsi tidur, makan, dan metabolisme. Biasanya lahan yang tersedia pada rumah tipe ini sempit sehingga pengembangan ruang selanjutnya pun sangat terbatas.
- Rumah mungil tumbuh : rumah yang dirancang dan direncanakan bertahap untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan jumlah aktivitas penghuni, kebutuhan ruang, dan efisiensi ruang pada umumnya rumah tipe ini memiliki lahan relative luas dan lebih mudah dalam penataan interior.

Seringkali pemilik rumah merasa jenuh dan bingung dengan desain fasade bangunan rumahnya sendiri. Mereka ingin sebuah rumah mungil yang memiliki tampilan depan tidak memalukan dan berbeda dari tetangga sebelahnya- meskipun lahan yang dimiliki sempit. Adapula pemilik rumah yang bingung dengan dasain tampak depan rumah yang akan dibangun nantinya karena tidak memiliki referensi fasade rumah. Mendesain fasade rumah tidaklah sesulit yang dipikirkan asalkan kita mengetahui tentang fasade itu sendiri dan gaya desain yang akan ditetapkan pada rumah. Gaya desain dapat dilihat dari karakter dan gaya hidup seseorang.


Referensi :
Mempercantik tampilan muka rumah, TransMedia